SIMALUNGUN – Keindahan alam tersembunyi di perbatasan Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus memikat hati para pelancong. Destinasi tersebut adalah Pemandian Alam Karang Anyar, sebuah kolam pemandian legendaris yang bersumber langsung dari mata air purba bernama Bah Pamujian. Hingga saat ini, kelestarian dan kejernihan air di lokasi tersebut tetap terjaga berkat kepedulian masyarakat setempat.
Mata Air Bah Pamujian dikenal memiliki debit air yang stabil dan sangat jernih. Bahkan, dasar kolam yang berupa bebatuan alami dapat terlihat jelas dari permukaan. Sistem hidrologi mata air ini dijaga secara alami oleh akar-akar pohon beringin raksasa yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun di sekitar lokasi desa wisata Karang Rejo.
Bagi pengunjung yang datang, pemandian ini menawarkan kesegaran yang berbeda dari kolam renang modern. Aliran airnya terus berganti secara alami, sehingga kebersihan kolam selalu terjaga tanpa menggunakan zat kimia seperti kaporit. Pengelola juga membagi area kolam berdasarkan tingkat kedalaman, sehingga aman bagi anak-anak maupun orang dewasa yang ingin berenang.
Selain menawarkan kesegaran air, tarif masuk ke objek wisata ini sangat ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000 saja per orang. Biaya yang terjangkau ini menjadikannya salah satu magnet wisata keluarga paling populer di akhir pekan.
Namun, popularitas yang tinggi juga membawa tantangan tersendiri bagi kelestarian lingkungan sekitar. Pihak pengelola swadaya masyarakat terus mengimbau para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam area sumber mata air. Kesadaran bersama antara pengelola dan wisatawan menjadi kunci utama agar keasrian Pemandian Karang Anyar ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.