Control-news.com. Melibatkan partisipasi masyarakat, tanpa
kecuali, dalam setiap gerak langkah pembangunan menjadi keharusan.Mulai dari perumusan kebijakan,pelaksanaan di lapangan,pengawasan hingga evaluasi program.
Partisipasi ini menjadi landasan supaya pembangunan bisa berlangsung dengan cara yg adil dan bertanggungjawab.Program pembangunan akan membawa keberhasilan, akan mendatangkan banyak manfaat,jika didukung sepenuhnya oleh partisipasi rakyat, bukan segelintir orang sebagai penikmatnya.
Membangun partisipasi adalah membangun kesadaran, bukan melalui pemaksaan sebagaimana telah diamanatkan dalam falsafah bangsa kita, Pancasila,diantaranya untuk tidak bersikap semena-mena,tidak pula memaksakan kehendak kepada orang lain.
Partisipasi yg dipaksakan tidak saja akan dijauhi, tetapi dapat menimbulkan antipati. Kalau pun dipaksakan karena adanya kekuatan dan kekuasaan,tingkat partisipasi yg muncul hanyalah dipermukaan. Sering disebut sebagai pertisipasi semu.
Guna merawat Kepercayaan publik,kian dibutuhkan pemimpin yg mengedepankan kejujuran dan keadilan, taat asas dan norma,selain menjunjung tinggi nilai etik dan moral.
Tak kalah pentingnya menyelaraskan program dengan kehendak masyarakat,sesuai kebutuhan masyarakat,dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat secara keseluruhan hingga lapisan masyarakat bawah (akar rumput/wong cilik ).
Mengapa ? Jawabnya sederhana,karena merekalah yg harus dibangun,merekalah yg sewajarnya menikmati hasil dari apa yg dibangun, tetapi mereka pula yg tahu persis apa yg harus dibangun di daerahnya.
Semoga dengan terjaganya kepercayaan publik akan terbangun kesadaran berpartisipasi secara aktif,dalam seluruh aspek pembangunan.
Merasa ikut memiliki dan wajib merawat dan menjaga setiap program dan kebijakan yg digulirkan, berikut hasil-hasilnya.
Catatan: kebijakan yg tidak pro rakyat tentunya akan melahirkan berbagai kontroversi, contoh konkret, MBG,Sekolah rakyat, Koperasi merah putih, Universitas yg tidak melalu kajian ilmiah sebagaimana digaungkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Oleh Mochammad Yahdi, SH., MH. (Calon Ketua DPD PERADI RAYA NTB)






